Minggu, 23 Agustus 2015

Iman kepada Allah

Iman kepada Allah
   Iman kepada Allah adalah fitrah dalam jiwa manusia.Maka setiap manusia mendapatkan dirinya dikuasai oleh suatu kekuatan yang lebih tinggi dari kekuatanya, akan tetapi banyak manusia yang berbeda dalam penentuan kekuatan itu.Di antaranya ada yang menafsirkan sebagai kekuatan alam dan ada yang menafsirkan sebagai berhala-berhala yang mereka buat dan yang lain menafsirkanya selain itu.Maka datanglah nabi-nabi membetulkan kesesatan-kesesatan ini dan membimbing akal ke arah iktikad akan adanya Allah dan ke-Esan-Nya.
   Dakwah pertama dari para nabi dan tujuan mereka yang terbesar di setiap zaman dalam setiap lingkungan adalah pembetulan akidah mengenai Allah ta`ala dan pembetulan hubungan antara hamba dengan Tuhanya. Juga mengajak kepada pengikhlasan agama bagi Allah swt semata, bahwa Dialah yang mendatangkan manfaat dan bahaya, kepada-Nya manusia berdo`a dan berlindung dan beribadah.
   Missi para nabi dipusatkan dan diarahkan kepada pemberantasan berhala di masa-masa mereka, yang tercermin dalam bentuk penyembahan patung-patung, berhala-berhala dan orang-orang suci, baik orang yang masih hidup maupun sudah mati.
    Andaikata akal manusia bertindak sendirian dalam memahami kebenaran-kebenaran ini, maka tidak akan dapat menjangkaunya,khususnya dalam perkara-perkara gaib yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia dan pengetahuan tanpa wahyu yang disampaikan Allah kepada nabi-nabi.
    Filsafat-filsafat Yunani dan lainya telah berusaha mempelajari ke-Tuhan-an, maka mereka pun mengemukakan pendapat-pendapat yang saling bertentangan sebagaimana para ulama` di zaman ini berbeda pendapat dalam menafsirkan ke-Tuhan-an. Sementara para nabi datang membawa kepastian dalam penafsiran dan penentuan kekuatan Ilahi dengan pendapat yang menentramkan akal.

1 komentar: