Rabu, 26 Agustus 2015

Penjelasan Hukum-Hukum

   Diantara tugas-tugas kenabian adalah membimbing manusia kepada perbuatan-perbuatan utama yang didalamnya terdapat kebahagiaan didunia dan akhirat dengan perantaraan hukum-hukum yang mereka terima dari Allah SWT.,Manusia tidak bisa sampai dengan akal-akal mereka kepada semua perbuatan utama, karena faktor-faktor pembawaan mereka dan maslahat-maslahat serta syahwat-syahwat mereka berbeda.
   Kejahatan itu adakalanya dalam pandangan sebagian orang merupakan kebaikan apabila dalam kejahatan itu mereka mendapat hasil dan keuntungan, dan adakalanya mereka meninggalkan kebaikan apabila tidak memuaskan maslahat-maslahat dan hawa nafsu mereka yang khusus.
   Bukti terbesar mengenai hal itu adalah keaadaan yang meliputi dunia kita sekarang ini, berupa penganiayaan dan permusuhan serta pelanggaran hak-hak orang yang lemah, dunia yang mengaku bahwa ia telah sampai ke derajat yang tinggi berupa kemajuan dan peradapan.
   Oleh karena ini, maka risalah nabi-nabi merupakan penjelasan dari amal-amal saleh yang menyebabkan manusia patut mendapat keridhoan Allah SWT dan perbaikan bagi masyarakat.
   Tidak diragukan lagi bahwa penentuan amal-amal baik dan buruk dan penjelasan manfaat dan bahayanya serta pahala dan hukumanya, bisa menimbulkan manusia senang untuk berbuat kebaikan dan menghindari kejahatan.Dan ia adalah sebuah unsur yang ampuh pengaruhnya dalam jiwa manusia.
   Sesungguhnya pengutusan rasul-rasul kepada manusia untuk memutuskan dalih dari orang-orang yang berbuat aniaya, bahwa Allah SWT tidak menjelaskan kepada mereka jalan kebenaran yang patut mereka tempuh.
   Kebenaran ini diungkapkan oleh Al-Qur`an:
    "Rasul-rasul yang membawa kabar gembira dan memberi peringatan agar supaya manusia tidak
      mempunyai alasan terhadap Allah SWT sesudah kedatangan rasul-rasul itu, dan Allah SWT Maha
      Perkasa lagi Bijaksana". (QS. An-Nisa`:165).
 
     Demikianlah sunnah Allah SWT telah berlaku pada makhluk-Nya, bahwa ia tidak menghukum seseorang, kecuali sesudah mengutus seorang Rasul.
     Allah SWT berfirman:
     "Tidaklah Kami menyiksa seseorang hingga kami mengutus seorang Rasul". (QS Al-Isra`:15).    

1 komentar: